Tugas Akhir DIII
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILANrnKADER POSYANDU DALAM MELAKSANAKANrnPENGUKURAN ANTROPOMETRI DI WILAYAHrnKERJA PUSKESMAS BAMBUrnTAHUN 2026
SRI ASTUTUT. \\\"Gambaran Pengetahuan dan Keterampilan Kader\\r\\nPosyandu dalam Melaksanakan Pengukuran Antropometri di Wilayah Kerja\\r\\nPuskesmas Bambu Tahun 2026\\\". (dibimbing oleh Nurbaya dan Zaki Irwan)\\r\\n(xiii + 111 Halaman + 22 Tabel + 1 Gambar + 19 Lampiran)\\r\\nPos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan Upaya Kesehatan\\r\\nBersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang berperan dalam pemantauan\\r\\npertumbuhan dan perkembangan balita melalui pengukuran antropometri.\\r\\nKetepatan hasil pengukuran dipengaruhi oleh pengetahuan dan\\r\\nketerampilan kader dalam menggunakan alat sesuai Standar Operasional\\r\\nProsedur (SOP). Penelitian ini dilakukan pada kader Posyandu di wilayah\\r\\nkerja Puskesmas Bambu untuk memberikan gambaran mengenai tingkat\\r\\npengetahuan, keterampilan penggunaan alat antropometri sesuai SOP,\\r\\nserta riwayat pelatihan kader.\\r\\nPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel 85\\r\\nkader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Bambu Tahun 2026. Data\\r\\ndikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan,\\r\\nlembar observasi berdasarkan SOP untuk menilai keterampilan\\r\\npenggunaan alat antropometri, serta lembar isian mengenai riwayat\\r\\npelatihan.\\r\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kader dengan\\r\\ntingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (17,6%) dan kurang\\r\\nsebanyak 17 orang (20,0%). Pada penggunaan timbangan digital, sebagian\\r\\nbesar kader berada pada kategori cukup terampil sebanyak 41 orang\\r\\n(48,2%), sedangkan 35 orang (41,2%) masih kurang terampil. Pada\\r\\npenggunaan baby scale masih terdapat 6 orang (7,1%) yang berada pada\\r\\nkategori cukup terampil. Penggunaan stadiometer menunjukkan sebagian\\r\\nbesar kader berada pada kategori cukup terampil sebanyak 66 orang\\r\\n(77,6%), sedangkan 19 orang (22,4%) masih kurang terampil. Pada\\r\\npenggunaan length board masih ditemukan 34 orang (40,0%) dengan\\r\\nkategori cukup terampil. Berdasarkan tingkat pelatihan, sebagian besar\\r\\nkader berada pada kategori tidak pernah mengikuti pelatihan yaitu\\r\\nsebanyak 43 orang (50,6%), diikuti kategori pelatihan kurang sebanyak 37\\r\\norang (43,5%), sedangkan hanya 5 orang (5,9%) yang termasuk dalam\\r\\nkategori pelatihan cukup.\\r\\nDisarankan kepada pihak puskesmas agar meningkatkan pelatihan\\r\\ndan pendampingan kader secara berkala mengenai penggunaan alat\\r\\nantropometri sesuai SOP.
Tidak tersedia versi lain